7 Jenis Keju Paling Populer di Dunia yang Wajib Dicoba Pencinta Kuliner

7 Jenis Keju Paling Populer di Dunia yang Wajib Dicoba Pencinta Kuliner

7 Jenis Keju Paling Populer di Dunia yang Wajib Dicoba Pencinta Kuliner – Dunia kuliner internasional tidak pernah lepas dari kehadiran keju. Produk olahan susu ini telah menjadi komponen utama dalam berbagai kebudayaan selama ribuan tahun. Keju tidak hanya memberikan rasa gurih yang lezat pada masakan. Keju juga menawarkan keberagaman tekstur dan aroma yang sangat memikat lidah.

7 Jenis Keju Paling Populer di Dunia yang Wajib Dicoba Pencinta Kuliner

Saat ini, terdapat ribuan varietas keju yang diproduksi di berbagai belahan dunia. Setiap jenis keju memiliki teknik pembuatan dan karakteristik unik tersendiri. Namun, ada beberapa varietas ikonik yang telah diakui kelezatannya secara global. Artikel ini akan mengulas tujuh jenis keju paling populer di dunia yang wajib dicoba oleh setiap pencinta kuliner.

1. Keju Cheddar (Inggris)

Keju Cheddar berasal dari desa Cheddar di wilayah Somerset, Inggris. Jenis keju ini merupakan salah satu varietas paling terkenal dan paling banyak diproduksi di dunia. Keju Cheddar terbuat dari susu sapi dan memiliki tekstur setengah keras (semi-hard).

Warna keju Cheddar bervariasi dari putih gading hingga kuning keemasan. Cita rasa keju ini berkembang seiring lamanya masa pematangan. Cheddar muda memiliki rasa gurih yang lembut dan sedikit manis. Sebaliknya, Cheddar tua (aged cheddar) menawarkan rasa yang tajam (sharp), asin, dan sedikit renyah. Keju ini sangat serbaguna untuk isian roti tangkup maupun campuran saus.

2. Keju Mozzarella (Italia)

Mozzarella berasal dari wilayah selatan Italia dan memegang peran penting dalam sajian khas seperti pizza dan pasta. Secara tradisional, Mozzarella otentik dibuat dari susu kerbau air (water buffalo). Namun, produsen modern kini lebih sering menggunakan susu sapi segar.

Keju lunak ini terkenal dengan teksturnya yang sangat elastis dan mudah meleleh saat dipanaskan. Cita rasa Mozzarella cenderung lembut, segar, dan tidak terlalu asin. Karakteristik ini membuat Mozzarella sangat fleksibel dipadukan dengan berbagai bahan makanan, seperti irisan tomat segar dan daun kemangi.

3. Keju Parmigiano-Reggiano / Parmesan (Italia)

Parmigiano-Reggiano sering dijuluki sebagai raja keju dari Italia. Keju bertekstur keras ini hanya dapat diproduksi di wilayah geografis tertentu di Italia sesuai aturan hukum yang ketat. Proses pematangan keju ini membutuhkan waktu minimal 12 bulan hingga beberapa tahun.

Masa pematangan yang panjang menghasilkan tekstur keju yang padat dan sedikit berpasir. Keju Parmesan kaya akan kristal asam amino alami yang memberikan cita rasa gurih (umami) sangat kuat. Parutan keju Parmesan biasanya ditaburkan di atas pasta, sup, atau salad untuk memperkaya rasa hidangan.

4. Keju Brie (Prancis)

Brie adalah keju lunak khas Prancis yang sering disebut sebagai “Raja Keju” (Le Roi des Fromages). Keju ini dilapisi kulit luar berwarna putih halus yang dapat dimakan. Kulit luar tersebut terbentuk dari pertumbuhan kapang baik Penicillium camemberti selama proses pematangan.

Bagian dalam keju Brie memiliki tekstur yang sangat lembut dan meleleh di mulut. Cita rasanya sangat gurih (creamy) dengan sentuhan aroma mentega dan jamur segar. Keju Brie sangat cocok disajikan pada suhu ruang bersama irisan buah segar atau roti panggang yang renyah.

5. Keju Gouda (Belanda)

Berasal dari kota Gouda di Belanda, keju ini merupakan salah satu jenis keju tertua yang masih diproduksi hingga saat ini. Keju Gouda terbuat dari susu sapi dan memiliki lapisan lilin (wax) pada bagian luarnya.

Gouda muda memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis lembut seperti karamel. Seiring bertambahnya usia pematangan, tekstur keju Gouda akan menjadi keras dan lebih rapuh. Profil rasanya berubah menjadi sangat pekat dengan sentuhan rasa gurih kacang (nutty). Keju ini sangat cocok dijadikan camilan langsung maupun bahan masakan panggang.

6. Keju Swiss / Emmental (Swiss)

Produk Keju Emmental berasal dari wilayah Lembah Emme di Swiss, keju ini sangat mudah dikenali dari lubang-lubang khas yang tersebar di seluruh bagian dalamnya. Lubang-lubang tersebut terbentuk akibat pelepasan gas karbon dioksida oleh bakteri Propionibacterium freudenreichii selama proses fermentasi.

Keju Emmental memiliki rasa yang cenderung lembut, sedikit gurih manis, dan beraroma kacang. Daya lelehnya yang sangat baik membuat keju ini menjadi bahan utama dalam hidangan fondue tradisional Swiss. Selain itu, keju ini sering diiris tipis untuk isian roti lapis premium. Peralatan Dasar yang Wajib Dimiliki untuk Memulai Hobi Cheesemaking

7. Keju Feta (Yunani)

Sedangkan untuk keju Feta merupakan warisan kuliner kebanggaan masyarakat Yunani, keju bertekstur lembut ini. Dibuat dari susu domba murni atau campuran susu kambing setelah dicetak, keju Feta direndam dalam larutan air garam (brine) selama beberapa bulan.

Proses perendaman garam tersebut memberikan rasa asin yang tajam dan sentuhan asam yang sangat menyegarkan. Tekstur keju Feta cukup rapuh sehingga mudah dihancurkan menjadi serpihan. Keju ini menjadi komponen utama dalam salad khas Yunani (Greek salad) dan berbagai hidangan panggang Mediterania.

Kesimpulan

Mengenal berbagai jenis keju dunia membuka wawasan kuliner yang sangat luas dan menyenangkan. Setiap varietas keju membawa identitas budaya, keahlian tradisi, dan karakter rasa yang unik dari daerah asalnya. Melalui eksplorasi rasa dari ketujuh jenis keju populer ini, Anda dapat memperkaya pengalaman mencicipi makanan serta meningkatkan keahlian memasak di dapur Anda.